Majene, 18 Agustus 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Serah Terima Mahasiswa dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Asistensi Mengajar Tahun 2026, Selasa (18/8/2026), bertempat di Ruang Theater Gedung A Universitas Sulawesi Barat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Asistensi Mengajar FKIP Universitas Sulawesi Barat ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Asistensi Mengajar Tahun 2026, sekaligus memperkuat kolaborasi antara FKIP Unsulbar dengan sekolah-sekolah mitra sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa calon pendidik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan doa. Selanjutnya, Asmirinda Resa, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Panitia menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Universitas Sulawesi Barat, Weny Anggraeni Adhisty, S.Kep., Ns., M.Kep.
Pada kesempatan tersebut, sambutan Dekan FKIP Universitas Sulawesi Barat diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Nur Aisyah Humairah, M.Pd. dan dihadiri juga oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Amrang, S.Pd., M.Pd. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program Asistensi Mengajar sekaligus memberikan penguatan kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan kesempatan belajar di sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi sebagai calon pendidik.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelaksanaan Program Asistensi Mengajar Tahun 2026 antara FKIP Universitas Sulawesi Barat dan sekolah mitra. Penandatanganan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Pada pelaksanaan Program Asistensi Mengajar Tahun 2026, sekolah mitra yang tercantum dalam daftar penempatan mahasiswa meliputi SDN 58 Pangale, SDN 18 Deteng-Deteng, SDN 28 Tamo, SDN 49 Inpres Pasanggrahan, SDN 20 Rangas, SDN 35 Panggalo, SDN 62 Salabose, SDN 10 Palece, SDN 40 Pappota, SDN 60 Lembang, SDN 32 Barane, SDN 1 Saleppa, SDN 19 Rangas, SDN 34 Deteng-Deteng, SDN 38 Kota, SDN 51 Galung Paara, dan SDN 11 Baurung.
Keterlibatan sekolah-sekolah mitra tersebut memiliki peran strategis dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman autentik di lingkungan pendidikan. Melalui sekolah mitra, mahasiswa tidak hanya memiliki kesempatan mengimplementasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami karakteristik peserta didik, budaya sekolah, pengelolaan kelas, administrasi pendidikan, hingga dinamika pembelajaran secara langsung.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis daftar nama mahasiswa peserta Asistensi Mengajar Tahun 2026 kepada kepala sekolah mitra. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya penempatan mahasiswa sekaligus bentuk kepercayaan dan tanggung jawab bersama antara FKIP Unsulbar dan sekolah mitra dalam mendampingi mahasiswa selama mengikuti program.

Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Sulawesi Barat, Program Asistensi Mengajar merupakan kesempatan penting untuk menghubungkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di ruang perkuliahan dengan realitas pendidikan di sekolah. Mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan guru dan peserta didik serta memperoleh pengalaman dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
Melalui Program Asistensi Mengajar Tahun 2026, FKIP Universitas Sulawesi Barat terus mendorong terciptanya pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang perkuliahan, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa melalui kolaborasi dengan sekolah mitra. Sinergi antara kampus dan sekolah diharapkan mampu memberikan manfaat timbal balik bagi mahasiswa, sekolah, dan perguruan tinggi serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Sulawesi Barat.